
Indramayu, 10 Desember 2025 – Kabupaten Indramayu hari ini menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di 139 desa dengan menerapkan sistem hybrid untuk pertama kalinya di Provinsi Jawa Barat. Sistem ini menggabungkan metode pemungutan suara semi-digital atau e-voting menggunakan komputer dan layar sentuh, sementara pemilih tetap harus datang langsung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai regulasi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pemilihan Umum.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menetapkan hari libur khusus di 139 desa yang mengikuti pilkades ini. Libur diberlakukan bagi aparat desa, aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMD/BUMN, serta pelajar, guna memastikan partisipasi masyarakat maksimal. “Kita dukung sistem hybrid ini sebagai percontohan nasional,” ujar Lucky Hakim dalam berbagai kesempatan, termasuk saat deklarasi ikrar damai calon kepala desa baru-baru ini.
Pelaksanaan pilkades ini menjadi pilot project bagi Pemprov Jawa Barat dan berpotensi menjadi model nasional. Asisten Bidang Pemerintahan dan Administrasi Pemerintahan Kabupaten Indramayu, Jajang Sudrajat, menekankan bahwa Indramayu menjadi percontohan pemungutan suara secara digital. “Pemungutan suara menggunakan semi-digital atau e-voting,” katanya, sambil memastikan seluruh tahapan mematuhi asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil).
Pilkades Serentak 2025 diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 30 Tahun 2025, yang mencakup tahapan mulai dari pencalonan, penetapan daftar pemilih tetap (DPT), kampanye, hingga pemungutan suara. Persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri melalui surat edaran juga menjadi dasar hukum pelaksanaan, setelah sempat tertunda dari rencana sebelumnya.
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, menyambut baik inovasi ini sebagai langkah modernisasi demokrasi tingkat desa. Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip luber jurdil dan transparansi data untuk menghindari sengketa. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk DPRD setempat, yang melihat sistem ini sebagai awal transformasi pemilihan di tingkat lokal.
Dengan satu TPS per desa yang menggunakan teknologi hybrid, pilkades hari ini diharapkan berjalan aman, lancar, dan kondusif, serta menghasilkan pemimpin desa yang membawa kemajuan bagi masyarakat Indramayu.
