UMK Kabupaten Majalengka 2025 Naik Jadi Rp 2,4 Juta: Stabil Bertumbuh di Tengah Pembangunan Infrastruktur

Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Majalengka 2025 sebesar Rp 2.404.633. Angka ini mencerminkan tren kenaikan upah pekerja di Majalengka, yang kini semakin berkembang berkat dukungan sektor infrastruktur, pariwisata, dan pertanian modern.


Data Lengkap UMK Kabupaten Majalengka 2010–2025

Analisis Tren UMK Kabupaten Majalengka

Kenaikan Bertahap

Sejak 2010, UMK Kabupaten Majalengka tercatat naik 215% dalam kurun waktu 15 tahun. Meski termasuk kabupaten dengan sektor industri yang belum sebesar Karawang atau Bekasi, Majalengka terus mendorong pertumbuhan upah minimum sejalan dengan pengembangan infrastruktur penunjang, seperti Bandara Internasional Kertajati.

Sektor Unggulan: Pertanian & Pariwisata

Peningkatan UMK Majalengka juga sejalan dengan pertumbuhan sektor pertanian modern, pengolahan hasil bumi, serta pengembangan kawasan wisata baru seperti Terasering Panyaweuyan dan Jatiwangi Art Factory.

Pengaruh Infrastruktur Kertajati

Adanya bandara Kertajati dan akses jalan tol Cipali membuat Majalengka makin terhubung dengan kawasan ekonomi lain di Jawa Barat. Ini mendongkrak aktivitas logistik, membuka peluang industri ringan, dan secara tidak langsung mendukung peningkatan UMK.


Dampak Kenaikan UMK Majalengka 2025

Meningkatkan Kesejahteraan Pekerja Lokal
Dengan UMK Rp 2,4 juta, pekerja sektor industri kecil, ritel, dan jasa di Majalengka dapat menyesuaikan dengan kebutuhan hidup yang juga meningkat.

Dorong Daya Saing Tenaga Kerja
UMK yang kompetitif mendorong generasi muda Majalengka untuk masuk ke sektor formal dengan perlindungan upah minimum yang lebih terjamin.

Penyeimbang Ekonomi Daerah
Peningkatan upah membantu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kabupaten/kota penyangga yang lebih maju, sehingga pemerataan pembangunan di Jawa Barat dapat terwujud.


Kesimpulan

UMK Kabupaten Majalengka 2025 yang kini menyentuh angka Rp 2.404.633 membuktikan bahwa daerah ini semakin berkembang pesat, tidak hanya sebagai kawasan pertanian, tetapi juga pusat ekonomi baru berkat bandara Kertajati dan sektor pariwisata yang menarik wisatawan domestik. Pekerja lokal pun diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas dan keterampilan kerja agar mampu bersaing di era industri modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *