Menkeu Purbaya: Pergantian Wamenkeu dan Pejabat BI Rampung sebelum Februari 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan keputusan mengenai Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan di tangan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Jakarta, Kamis (16/10/2025). (Ciremai Media – Mickey Andreas Egiswara)

CIREMAI MEDIA – Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) bakal terjadi sebelum Februari 2025. Proses itu terjadi setelah Juda Agung mengundurkan diri dari posisi Deputi Gubernur BI. Untuk mengisi posisi kosong tersebut, Thomas Djiwandono masuk ke dalam bursa. 

Rumornya, kedua sosok itu bakal saling berganti jabatan. Dengan Juda Agung menjadi Wamenkeu, dan Thomas Djiwandono sebagai pejabat BI.

Menanggapi isu tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bilang, proses tukar-menukar itu bakal terjadi dalam waktu dekat. “Sebelum Februari (2026) sudah kejadian,” ujarnya singkat saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Adapun pada siang hari ini, sang bendahara negara juga telah melakukan pertemuan dengan Juda Agung. Perjumpaan itu dilakukan untuk berdiskusi seputar kondisi perekonomian.

“Bahas ekonomi aja. Kondisinya seperti apa, pandangan dia apa,” ujar Purbaya pada kesempatan sama. 

Saat ditanyai apakah Juda Agung cocok menggantikan Thomas Djiwandono sebagai pendampingnya, Purbaya menyerahkan putusan itu kepada Presiden Prabowo Subianto. 

“Saya enggak tahu, tergantung presiden. Tapi kalau dari pengetahuan ekonomi, ya (Juda Agung) cukup bagus lah,” ungkap dia.

Tak Ganggu Independensi BI

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tetap menjamin independensi Bank Indonesia (BI), meskipun beredar rumor bahwa Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono nantinya bakal masuk menggantikan Juda Agung sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Meskipun sama-sama mengurusi persoalan negara, bank sentral seharusnya punya posisi khusus dalam mengatur sektor moneter yang bebas dari intervensi pemerintah.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Namun, Purbaya mengklaim pertukaran Juda Agung dengan Thomas Djiwandono merupakan hal yang wajar. Lantaran Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia sama-sama tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“BI juga pemerintah, tuker kan? makanya saya bingung. Kalau Juda Agung masuk ke saya, jangan-jangan orang Pak Perry mau nekan saya di dalam. Enggak, itu suatu exchange, pertukaran yang saya pikir seimbang. Enggak ada yang aneh,” ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/1/2026) kemarin. 

Jalankan Peran Masing-Masing

Purbaya juga mengklaim Bank Indonesia bakal tetap independen di tengah isu pergantian ini. “Kalau independensi, enggak ada hubungan. Kecuali nanti pada waktu ngambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan enggak ada,” ungkapnya. 

“Jadi BI (tetap) independen, kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter. Kita koordinasi di KSSK untuk memastikan kebijakannya. Walaupun sama-sama independen, tapi memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” tegasnya. 

Ia pun mengaku belum mengetahui bahwa pertukaran posisi tersebut merupakan arahan langsung dari Prabowo. “Oh saya enggak tahu. Saya terima nasib aja,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *